Profil Habiburrahman El-Shirazy & Karyanya

Profil Habiburrahman El-Shirazy

Tentang Penulis: Habiburrahman El-Shirazy

Habiburrahman El Shirazy, lahir di Semarang, Jawa Tengah; 30 September 1976. Seorang novelis nomor 1 Indonesia yang dinobatkan oleh Insani Universitas Diponegoro. Selain novelis, ia juga dikenal sebagai sutradara, dai, dan penyair.

Karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan dan Australia. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca, hingga sebagian besar dari karyanya telah dibuat versi film dan disinetronkan.

Kang Abik–demikian novelis ini biasa dipanggil adik-adiknya, semasa di SLTA–memulai pendidikan menengahnya di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak di bawah asuhan K.H. Abdul Bashir Hamzah. Pada tahun 1992 ia merantau ke kota budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta, lulus pada tahun 1995. Setelah itu melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadist Universitas Al-Azhar, Kairo dan selesai pada tahun 1999. Pada tahun 2001 lulus Postgraduate Diploma (Pg.D) S2 di The Institute for Islamic Studies di Kairo yang didirikan oleh Imam Al-Baiquri.

Selama di Kairo–Mesir, ketika menempuh studinya, Kang Abik pernah memimpin kelompok kajian MISYKATI (Majelis Intensif Yurisprudens dan Kajian Pengetahuan Islam) di Kairo (1996-1997). Pernah terpilih menjadi duta Indonesia untuk mengikuti “Perkemahan Pemuda Islam Internasional Kedua” yang diadakan oleh WAMY (The World Assembly of Moslem Youth) selama sepuluh hari di kota Ismailia, Mesir (Juli 1996). Dalam perkemahan itu, ia berkesempatan memberikan orasi berjudul Tahqiqul Amni Was Salam Fil ‘Alam Bil Islam (Realisasi Keamanan dan Perdamaian di Dunia dengan Islam). Orasi tersebut terpilih sebagai orasi terbaik kedua dari semua orasi yang disampaikan peserta perkemahan tersebut. Pernah aktif di Mejelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI Orsat Kairo (1998-2000). Pernah menjadi koordinator Islam ICMI Orsat Kairo selama dua periode (1998-2000 dan 2000-2002). Sastrawan muda ini pernah dipercaya untuk duduk dalam Dewan Asaatidz Pesantren Virtual Nahdhatul Ulama yang berpusat di Kairo. Dan sempat memprakarsai berdirinya Forum Lingkar Pena (FLP) dan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) di Kairo.

Setibanya di tanah air pada pertengahan Oktober 2002, ia diminta ikut mentashih Kamus Populer Bahasa Arab-Indonesia yang disusun oleh KMNU Mesir dan diterbitkan oleh Diva Pustaka Jakarta, (Juni 2003). Ia juga diminta menjadi kontributor penyusunan Ensiklopedia Intelektualisme Pesantren: Potret Tokoh dan Pemikirannya, (terdiri atas tiga jilid ditebitkan oleh Diva Pustaka Jakarta, 2003).

Antara tahun 2003-2004, ia mendedikasikan ilmunya di MAN I Jogjakarta. Selanjutnya sejak tahun 2004 hingga 2006, ia menjadi dosen Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Islam Abu Bakar Ash Shiddiq UMS Surakarta.

Kini novelis tersebut tinggal di kota Salatiga. Aktivitas kesehariannya lebih banyak digunakan untuk memenuhi undangan mengisi seminar dan ceramah, di samping juga menulis novel yang menjadi pekerjaan utamanya dan sesekali menulis skenario sinetron untuk Sinemart (sebuah rumah produksi yang menaungi karya-karyanya di dunia perfilman dan persinetronan).

Berbagai prestasi membanggakan diraihnya; Kang Abik pernah menulis teatrikal puisi berjudul Dzikir Dajjal sekaligus menyutradarai pementasannya bersama Teater Mbambung di Gedung Seni Wayang Orang Sriwedari Surakarta (1994). Pernah meraih Juara II lomba menulis artikel se-MAN I Surakarta (1994). Pernah menjadi pemenang I dalam lomba baca puisi relijius tingkat SLTA se-Jateng (diadakan oleh panitia Book Fair’94 dan ICMIOrwil Jateng di Semarang, 1994). Pemenang I lomba pidato tingkat remaja se-eks Keresidenan Surakarta (diadakan oleh Jamaah Masjid Nurul Huda, UNS Surakarta, 1994). Ia juga pemenang pertama lomba pidato bahasa Arab se-Jateng dan DIY yang diadakan oleh UMS Surakarta (1994). Meraih Juara I lomba baca puisi Arab tingkat Nasional yang diadakan oleh IMABA UGM Jogjakarta(1994). Pernah mengudara di radio JPI Surakarta selama satu tahun (1994-1995) mengisi acara Syharil Quran Setiap Jumat pagi. Pernah menjadi pemenang terbaik ke-5 dalam lomba KIR tingkat SLTA se-Jateng yang diadakan oleh Kanwil P dan K Jateng (1995) dengan judul tulisan, Analisis Dampak Film Laga Terhadap Kepribadian Remaja. Beberapa penghargaan bergengsi lain berhasil diraihnya antara lain, Pena Award 2005, The Most Favorite Book and Writer 2005 dan IBF Award 2006.

**

Karya-karyanya

*.Selama di Kairo
Selama di Kairo, ia telah menghasilkan beberapa naskah drama dan menyutradarainya, di antaranya: Wa Islama (1999), Sang Kyai dan Sang Durjana (gubahan atas karya Dr. Yusuf Qardhawi yang berjudul ‘Alim Wa Thaghiyyah, 2000), Darah Syuhada (2000). Tulisannya berjudul Membaca Insanniyah al Islam dimuat dalam buku Wacana Islam Universal (diterbitkan oleh Kelompok Kajian MISYKATI Kairo, 1998). Berkesempatan menjadi Ketua TIM Kodifikasi dan Editor Antologi Puisi Negeri Seribu Menara Nafas Peradaban (diterbitkan oleh ICMI Orsat Kairo).
Beberapa karya terjemahan yang telah ia hasilkan seperti Ar-Rasul (GIP, 2001), Biografi Umar bin Abdul Aziz (GIP, 2002), Menyucikan Jiwa (GIP, 2005), Rihlah Ilallah (Era Intermedia, 2004), dll. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi Ketika Duka Tersenyum (FBA, 2001), Merah di Jenin (FBA, 2002), dan Ketika Cinta Menemukanmu (GIP, 2004).

*.Karya Puisi
Sebelum pulang ke Indonesia, pada tahun 2002, ia diundang Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia selama lima hari (1-5 Oktober) untuk membacakan pusinya dalam momen Kuala Lumpur World Poetry Reading ke-9, bersama penyair-penyair negara lain. Puisinya dimuat dalam Antologi Puisi Dunia PPDKL (2002) dan Majalah Dewan Sastera (2002) yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dalam dua bahasa, Inggris dan Melayu. Bersama penyair negara lain, puisi kang Abik juga dimuat kembali dalam Imbauan PPDKL (1986-2002) yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia (2004).

*.Karya Sastra Populer
Beberapa karya populer yang telah terbit antara lain, Ketika Cinta Berbuah Surga (MQS Publishing, 2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (Republika, 2005), Ayat-Ayat Cinta (Republika-Basmala, 2004), Diatas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Bertasbih (Republika-Basmala, 2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Republika-Basmala, 2007) dan Dalam Mihrab Cinta (Republika-Basmala, 2007). Selain itu ada lagi karya lainnya seperti Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, Bulan Madu di Yerussalem, dan Dari Sujud ke Sujud (kelanjutan dari Ketika Cinta Bertasbih).

*.Karya Film
Sebagai sutradara, Kang Abik mengawali debutnya dengan film Dalam Mihrab Cinta yang diangkat dari novelnya dengan judul yang sama. Beberapa film lainnya yaitu Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan Cinta Suci Zahrana.

Iklan

Profil Maria A. Sardjono & Karyanya

profil-maria-a-sardjono.jpg

Maria A. Sardjono sudah menulis sejak remaja tetapi baru dipublikasikan mulai tahun 1974.

Hingga kini karyanya berjumlah 80 buku, sebagian dimuat sebagai cerita bersambung terlebih dulu, 150 cerpen, belasan cerita anak-anak, beberapa naskah sandiwara radio, satu buku ilmiah, dan puluhan artikel tentang berbagai macam topik.

Ia adalah sarjana Filsafat Sosial Budaya dan master di bidang Filsafat Humaniora. Ia menikah dengan A.J. Sardjono dan dianugerahi empat putra yang semuanya sudah beranjak dewasa.

**

Daftar karya Maria A. Sardjono, diantaranya:
*.Langit Di Atas Merapi, 2001
*.Istana Emas, 2010
*.Bintang Dini Hari, 2008
*.Kleting Kuning, 2010
*.Burung Merak, 2011
*.Rumah Mungil di Lereng Bukit, 1983
*.Kemuning, 2001
*.Sayap-Sayap Cinta, 2008
*.Bukan Istri Pilihan, 1981
*.Cinta Yang Biru, 2008
*.Pengantin Kecilku, 2003
*.Sekar, 1970
*.Ketika Flamboyan Berbunga, 2002
*.Pewaris Cinta, 1983
*.Musim Bunga Telah Berlalu, 2007
*.Telaga Hati, 2005
*.Sepatu Emas Untukmu, 1999
*.Melati di Musim Kemarau, 2002
*.Gaun Sutera Warna Biru, 1999
*.Menari di Atas Awan, 2011
*.Menjolok Rembulan, 2000
*.Daun-daun Yang Gugur, 1993
*.Tiga Orang Perempuan, 1983
*.Seikat Mawar Putih, 2006
*.Lembayung di Kaki Langit, Lembayung di Mataku, 2002
*.Mentari di Ufuk Timur
*.Merambah Bukit Wadas, 2005
*.Bukalah Pintu Hatimu, 2008
*.Di Matamu Ada Bintang, 1996
*.Putri Duyung
*.Hujan Di Akhir Kemarau, 1998
*.Selendang Warna Merah
*.Biarkan Cinta Bicara
*.Menyemai Harapan, 2013
*.Malam Purnama, 1993
*.Rumah Besar di Atas Bukit, 1995
*.Istri Kedua, 1970
*.Di Balik Dinding Kelabu
*.Fajar di Kaki Langit, 1984
*.Renjana Berkait Mimpi
*.Dahlia (buku 2)
*.Sesejuk Belaian Angin Gunung, 1970
*.Dahlia (buku 1)
*.Hatiku Masih Perawan
*.Selubung Sutera Dewangga
*.Satu Langkah Lagi, 1982
*.Kulihat Cinta di Wajahmu, 2008
*.Kucoba Menggapai Kasihmu, 2006
*.Bagaimana Cara Mengarang Novel, 2011
*.Menentang Badai, 1990
*.Mutiara Dari Timur Part #1
*.Bumi Masih Berputar, 1996
*.Bulan Diatas Tawangmangu
*.Dalam Kabut Dan Badai
*.Antara Dua Benua, 1993
*.Mutiara Dari Timur Part #2
*.Nyala Lilin-lilin Kecil
*.Sebutir embun Pagi
*.Di Ambang Perceraian, 1995
*.Paham Jawa: Menguak Falsafah Hidup Manusia Jawa Lewat Karya Fiksi Mutakhir Indonesia, 1992
*.24 Sauh (Kumpulan Karya Penulis Tinta Wanita), 2009

Profil Hilman Hariwijaya & Karyanya

hilman-hariwijaya.png

Tentang Penulis: Hilman Hariwijaya

Hilman Hariwijaya, lahir di Jakarta, Indonesia; 25 Agustus 1964. Seorang penulis yang namanya dikenal sejak menulis cerita pendek yang diberi judul “Lupus” di majalah Hai di bulan Desember 1986, yang kemudian dibukukan menjadi sebuah novel.

Buku-bukunya:

*.Lupus
Lupus adalah karakter tokoh fiksi laki-laki yang diciptakan Hilman pada tahun 1986 melalui cerpen di majalah Hai. Dibukukan pada bulan November 1986. Diceritakan Lupus berprofesi sebagai pelajar dan wartawan muda di majalah Hai. Ia tinggal bersama Mami dan adiknya yang bernama Lulu. Hilman juga merilis buku Lupus Kecil dan Lupus ABG sebagai wujud Lupus di masa SD dan SMP, yang ditulis bersama Boim LeBon. Seri ini telah menghasilkan 5 film layar lebar dan sinetron dari 52 buku yang ada, dengan Ryan Hidayat, Oka Sugawa, Rico Karindra, Irgy Ahmad Fahrezy dan Attar Syah yang berperan sebagai Lupus.

*.Olga
Olga adalah karakter tokoh wanita yang diciptakan Hilman pada tahun 1990 di majalah Mode. Pertama kali dibukukan pada Juli 1990. Diceritakan Olga sebagai pelajar yang bekerja sampingan sebagai penyiar radio di Radio Ga Ga. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya, dan memiliki sahabat, Wina. Seri ini telah dijadikan 1 judul film dan 3 musim sinetron dengan Desy Ratnasari, Sarah Sechan, Melly Manuhutu, dan Sissy Priscillia berperan sebagai Olga.

*.Lulu
Lulu adalah pemekaran dari cerita Lupus, tokoh sang adik. Buku ini ditulis Hilman bersama Boim LeBon dan Gusur Adhikarya.

*.Keluarga Hantu
Keluarga Hantu adalah seri keempat Hilman yang ditulis bersama Boim. Mengisahkan tentang Luyut, anak hantu yang ingin mencoba bergaul dengan manusia. Namun ditentang oleh Nates (ayah) dan Kanalitnuk (ibu).

*.Vanya
Vanya adalah seri kelima karya Hilman yang ditulis bersama A. Mahendra pada tahun 1994. Dikisahkan Vanya adalah wanita Jakarta yang kuliah di Bandung. Buku ini telah disinetronkan dan diperankan oleh Astrid Tiar.

*.Vladd
Vladd adalah seri keenam karya Hilman yang ditulis bersama A. Mahendra. Dikisahkan Vladd adalah pelajar SD yang genius.

**

Berikut beberapa daftar judul novel karya Hilman Hariwijaya:

*.Tangkaplah Daku, Kau Kujitak! (Lupus, #1)
*.Makhluk Manis dalam Bis (Lupus, #2)
*.Sandal Jepit
*.Bangun dong, Lupus! (Lupus, #5)
*.Lupus Kecil (Lupus Kecil, #1)
*.Topi-topi Centil (Lupus, #4)
*.Ih, Syereeem! (Lupus, #6)
*.Sunatan Masal (Lupus Kecil, #2)
*.JJS: Jalan-Jalan Seram! (Lupus Kecil, #3)
*.Rumpi Kala Hujan (Lupus Kecil, #4)
*.Tragedi Sinemata (Lupus, #3)
*.Drakuli Kuper (Lupus, #8)
*.Cinta Olimpiade
*.Sakit, Lah, Dekh, Donk, Weew! (Lupus Kecil, #5)
*.Interview With The Nyamuk (Lupus, #9)
*.The Lost Boy: Salah Culik (Lupus, #11)
*.Olga: Back Street
*.Olga: Back to Libur
*.Idih, Udah Gede! (Lupus, #7)
*.Lupus ABG: Sur…Sur… Surprise
*.Lupus ABG: Ringan Sama Dijinjing Berat Sama Difficult
.Olga: Cover Boy
.Sohib Gaib (Lulu, #1)
*.Lupus ABG: Bohong Itu Nyontek
*.Lupus Returns: Cewek Junkies
*.Mission: Muke Tebel
*.VANYA: Kleptomania
*.Bunga Untuk Poppy (Lupus, #13)
*.Kutukan Bintik Merah (Lupus, #12)
*.Sidang Para Hantu
*.OLGA: Cowok Funky
*.VANYA: Kenduri Karet
*.Gone With The Gossip
*.Krismon
*.VANYA: Buaya-buaya Geologi
*.Bolos (Lupus Kecil, #7)
*.Duit Lebaran (Lupus Kecil, #6)
*.Rasta & Bella
*.Olga: Radio Jojing
*.Guruku Manis Sekali (Lupus Kecil, #9)
*.Yang Paling Oke (Lupus, #10)
*.VANYA: Surat Izin Mati (SIM)
*.Terserang si Ehem (Lupus Kecil, #8)
*.Kucing Asuh Bernama Mulan (Lupus Kecil, #10)
*.Cewek Mal
*.Cafe Blue
*.Lupus ABG: Cinta Lupus
*.VANYA: Eh, Ada Cowok Baru
*.Iiih Takuut!! (Lupus Kecil, #12)
*.Reeepot… Reeepot… Reeepot! (Lupus Kecil, #11)
*.Lupus: Boys Don’t Cry
*.Olga: Mini Skirt
*.VANYA: Cowok Termiskin Di Dunia
*.Olga: Sepatu Roda
*.Lupus ‘n Work
*.Lupus ABG: Simalakama
*.Lupus: Cinta Seorang Seleb
*.Lupus Sereem
*.Dancing On The Valentine
*.Lupus: Cowok Matre
*.Lupus ABG: Berantem Gaya Baru
*.Lupus ABG: Telepon Umum dan Kecoak Nungging
*.Lupus ABG: Cemburu Berdarah Dingin
*.Bangun Lagi Dong Lupus
*.Lupus ABG: Water for Life
*.SMA Elite (Lulu, #2)
*.Lupus ABG: Suster Ngepooot!
*.Lupus ABG: Cintanya Terbang Bersama Bajaj
*.Lupus ABG: My Grandma’s Dream
*.Lupus: Candlelight Dinner
*.Lupus ABG: Jadi Lupa Sama yang Lain
*.Pingsan Together (Lupus Kecil)
*.Lupus Kecil: Diam Belum Tentu Emas
*.Olga: Olga & TV Swasta
*.Lupus ABG
*.Boneka di Taman Sekolah (Lupus Milenia #1)
*.Lupus Reborn 5 in 1: Tangkaplah Daku, Kau Kujitak
*.Bukan Sakit Biasa (Lupus ABG, #16)
*.Mambo
*.Vladd: Millennium Boy
*.Lupus Kecil Klasik: Lupus Kecil – Sunatan Masal – JJS: Jalan-Jalan Seram
*.Lupus ABG: Grafiti di Meja Ulangan
*.Lupus Klasik 1: Tangkaplah Daku, Kau Kujitak! – Cinta Olimpiade – Mahluk Manis Dalam Bis
*.Game Over
*.Miss Lebay
*.Finding Srimulat
*.Sexy Sixx
*.Lupus Klasik 2: Tragedi Sinemata – Topi-Topi Centil – Bangun Dong, Lupus!
*.Padepokan Rese
*.Napak Tilas Para Hantu (Keluarga Hantu, #1)
*.Remote Control Boy
*.Miss Lebay 2: Miss Tik (Miss Lebay #2)
*.Mimpi Full Colour (Lulu, #3)
*.Miss Lebay 3: Miss Zodiak (Miss Lebay #3)

Profil Abdullah Harahap & Karyanya

Profil Abdullah Harahap

Tentang Penulis: Abdullah Harahap

Abdullah Harahap adalah seorang penulis novel horor misteri di Indonesia. Ia lahir di Sipirok, Tapanuli Selatan pada 17 Juli 1943. Sebelum menulis novel horor misteri, ia juga menulis novel roman percintaan, namun namanya melambung berkat novel horor yang dikarangnya.

Abdullah Harahap mengawali karier semenjak masih duduk di bangku SMU di kota Medan (1960) dengan menulis sejumlah cerita pendek serta puisi yang dimuat oleh media cetak setempat. Tahun 1963, ia pindah ke Bandung untuk melanjutkan studi di IKIP (kini UPI) sambil meneruskan aktivitas menulis cerpen yang sempat membanjiri sejumlah media cetak baik yang terbit di Bandung, Yogya, Surabaya, Medan, dan paling terutama Jakarta (yang oleh Abdullah Harahap dianggap sebagai kota yang membesarkan namanya sebagai penulis).

Di tengah perjalanan kuliahnya, AH menekuni profesi sebagai jurnalis di SK Mingguan GAYA dan GALA (cikal bakal SK Harian Galamedia), lalu kemudian menjadi perwakilan tetap untuk wilayah Jawa Barat dari Majalah Selecta Grup (Selecta, Detektif & Romantika, Senang, Stop, Nova). Perjalanan karier sebagai wartawan yang ditekuni AH selama seperempat abad lebih (1965-1995) menambah luas wawasan serta pengetahuan AH sebagai penulis novel. Karena sebagai wartawan, AH bukan hanya sekedar meliput berita sesuai tanggung jawab yang diembannya, akan tetapi juga memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk melakukan riset ke tempat-tempat tertentu yang dia inginkan untuk bahan novelnya.

Riset yang dilakukan oleh Abdullah Harahap inilah yang menjadi sebuah keungulan kengerian yang diciptakan di novel-novel horor/misterinya. Jadi horornya tidak melulu hantu penasaran yang sembarangan membunuh orang orang. Ada latar belakang budaya, dendam kesumat, bahkan seringnya sex sebagai latar belakang kemunculan iblis iblis yang menebar teror.

Abdullah Harahap mendatangi lalu bertukar pikiran dengan tokoh masyarakat setempat, terutama yang kehidupan sehari-harinya berhubungan dengan alam mistis, baik itu dari aliran putih maupun aliran hitam, tanpa melibatkan diri di dalamnya. Ilmu-ilmu mana kemudian (sesuai kebutuhan), dikembangkan sendiri oleh AH di depan mesin tik atau komputer sesuai dengan imajinasi AH yang ia kehendaki.

Tercatat keseluruhan buku sudah diterbitkan dari imajinasinya itu berjumlah sekitar 60 judul (Drama), 75 judul (Misteri) dan 15 judul Pulpen (Kumpulan cerita pendek). Sebagian di antaranya telah diangkat ke layar lebar dan yang terbanyak ke layar kaca (TPI, SCTV, RCTI, dan Indosiar), baik dalam bentuk sinetron seri maupun FTV.

Abdullah Harahap berhenti menulis sekitar tahun 1990-an. Beberapa penerbit yang biasa menerbitkan buku-bukunya tutup. Novel-novel Abdullah Harahap seringkali dianggap picisan dan murahan, karena selalu bercerita tentang horor dibalut dengan adegan sex. Tetapi, Abdullah Harahap tidak peduli. Yang penting ia bisa berkarya. Walaupun dianggap picisan, novel-novelnya selalu habis terjual. Bahkan banyak yang diangkat ke layar kaca dan layar perak.

Selain itu, sebab Abdullah Harahap berhenti menulis adalah juga karena ia seorang yang penakut. Tetapi, ketakutannya itu sangat bermanfaat dalam proses pengerjaan novel horornya. Ia berkata, kalau kita tidak takut saat menulis bagian seramnya, maka itu bearti novel tersebut gagal. Kalau sang pengarang saja tidak takut, apalagi yang membacanya?

Akibat terlalu banyak menulis novel horor, Abdullah Harahap menjadi seorang yang sangat penakut. Dan hasil novelnya juga tidak maksimal, dan penerbitnya pun tutup. Maka ia segera berhenti menulis, dan beralih menjadi penulis skenario untuk layar lebar dan layar kaca. Ia pun hanya sesekali menulis novel, yaitu Misteri Boneka Cinta (dimuat bersambung di Sk Galamedia Bandung), Misteri Janda Hitam (Harian Jawa Pos Surabaya), dan Misteri Sebuah Peti Mati (Harian Surabaya Post), yang kini sudah diterbitkan dalam format buku saku oleh Paradoks).

**

Berikut diantara karya-karya Abdullah Harahap:
*.Misteri Perawan Kubur
*.Misteri Sebuah Peti Mati
*.Misteri Lemari Antik
*.Manusia Serigala
*.Misteri Rumah Diatas Bukit
*.Manekin
*.Penunggu Jenazah
*.Misteri Kalung Setan
*.Sumpah Berdarah
*.Babi Ngepet
*.Dosa Turunan
*.Suara dari Alam Gaib
*.Bisikan Arwah
*.Pemuja Setan
*.Sumpah Leluhur
*.Penjelmaan Berdarah
*.Penghuni Hutan Parigi
*.Misteri Penari Topeng
*.Dendam Berkarat dalam Kubur
*.Penunggu Dari Kegelapan
*.Lukisan Berlumur Darah
*.Wajah-wajah Setan
*.Makhluk Pemakan Bangkai
*.Kembalinya Seorang Terkutuk
*.Dalam Cengkeraman Iblis
*.Dendam di Balik Kubur
*.Roh dari Masa Lampau
*.Penjaga Kubur
*.Penghuni-penghuni Rumah Tua
*.Dendam Roh Jejaden
*.Pengemban Kutuk
*.Bercinta dengan Syaitan
*.Penghisap Darah
*.Pewaris Iblis
*.Sepasang Mata Iblis
*.Panggilan dari Neraka
*.Misteri pintu Gaib
*.Misteri Anjing Hutan
*.Arwah yang Datang Menuntut Balas
*.Perawan Sembahan Setan
*.Tumbal Kalung Setan
*.Pemuja Setan
*.Manusia Penuntut Balas
*.Senggama Kubur
*.Misteri Alam Gaib
*.Jeritan Dari Pintu Kubur
*.Arwah Yang Tersia-Sia
*.Misteri Putri Peneluh

Profil Fredy S & Karyanya

profil-fredy-s.jpg

Tentang Penulis: Fredy S.

Fredy Siswanto, atau lebih dikenal sebagai Fredy S. atau Freddy S. adalah penulis buku roman pinggiran (yang dijual di kaki lima). Ia seorang novelis “kondang” pada masanya, ratusan novel Fredy berjaya pada dekade 80 hingga 90-an di Indonesia. Kondang dalam tanda petik, karena namanya lebih populer di kalangan penggemar roman percintaan yang biasa berlalu lalang di terminal bus, stasiun kereta api maupun lapak bacaan pinggir jalan.

Namun disayangkan, pentasnya di panggung sastra Indonesia diangggap tidak pernah ada. Kebanyakan para kritikus memvonis karya-karyanya jauh dari apa yang kerap disebut karya sastra dari sisi kualitas. Gaya penulisannya pun sering berubah-ubah. Sesekali ia mengikuti gaya cerita penulis ngetop dan “berkelas” pada waktu itu. Karena itulah novel-novelnya terpinggirkan dan namanya sering dicibir sebagai penulis novel roman picisan, bahkan ada yang menyebutnya sastra kaki lima.

Tapi toh Fredy tidak pernah peduli, karyanya masih menjadi buruan sebagian kalangan sampai saat ini. Entah apa mereka benar-benar menikmati setiap bait dalam paragraf novel itu, atau hanya sekadar ingin memanjakan khayalan erotis, hanya mereka yang tahu.

Fredy S termasuk penulis yang produktif, telah lebih dari 300 judul buku ditulisnya. Satu hal yang membanggakan dari novelis sastrawan jalanan ini, peredaran novelnya telah menembus negeri jiran seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Beredar kabar, bahwa salah satu penerbit di Malaysia telah meminta hak edar di negeri itu untuk 100 judul karyanya dengan hak royalti sebesar 1.5 juta rupiah per judulnya.

Satu novelnya yang berjudul “Senyummu Adalah Tangisku” bahkan pernah diangkat ke layar lebar dengan pemeran Rano Karno dan Anita Carolina.

Fredy kini telah tiada, 24 Januari 2015 lalu Fredy tutup usia pada umur 60 tahun. Namun karya-karyanya terus melegenda, dia tetap punya penggemar setia.

Sebenarnya, Fredy S bukan hanya penulis. Dia juga seorang pelukis, sutradara, penerbit, dan penulis skenario film. Dia sosok multitalenta.

Beberapa skenario film layar lebar yang pernah digarapnya, antara lain: Di Sana Mau Di Sini Mau (1989), Penakluk Srigala (1983), Gepeng Bayar Kontan (1983), dan Lara Jonggrang (Candi Prambanan) (1983).

**

Berikut beberapa novel karya Fredy S:
*.Rintihan Angsa Putih
*.Jeritan Dilanda Noda
*.Bunga-Bunga Pohon Cinta
*.Berandal-Berandal Cinta
*.Bercinta Dalam Gelap
*.Kidung Cinta Remaja
*.Kau Kucinta Untuk Selamanya
*.Mentari di Lubuk Hati
*.Kesunyian Yang Kelabu
*.Serpihan Noda

(Sulit mencari sumber untuk informasi ini, diantara ratusan novelnya hanya 10 judul di atas yang admin tahu. Itupun dari berbagai sumber. Langka memang, admin saja belum pernah membaca novel karya penulis satu ini. Hanya tahu dia dari ‘kata orang’.)

Profil Enny Arrow & Karyanya

Tentang Penulis: Enny Arrow

Enny Arrow, adalah nama yang begitu melekat dalam dunia penulisan Indonesia pada tahun 1977-1992, karya-karyanya adalah yang paling banyak dibaca generasi muda Indonesia, terlahir dengan nama Enny Sukaesih Probowidagdo, lahir di Desa Hambalang, Bogor tahun 1924.

Dia memulai karirnya sebagai wartawan pada masa pendudukan Jepang, belajar Steno di Yamataka Agency, kemudian direkrut menjadi salah satu propagandis Heiho dan Keibodan. Pada masa Revolusi Kemerdekaan, Enny Arrow bekerja sebagai wartawan Republikein yang mengamati jalannya pertempuran di seputar wilayah Bekasi.

Tahun 1965, Enny Sukaesih menulis karangan dengan judul “Sendja Merah di Pelabuhan Djakarta”, karangannya ini merupakan pertama kali ia mengenalkan nama samaran sebagai “Enny Arrow”. Kata Arrow ia dapatkan sesuai dengan nama toko penjahit di dekat Kalimalang yang bernama Tukang Djahit “Arrow”, di toko tempat penjahit itulah Enny Sukaesih pernah bekerja sebagai penjahit pakaian.

Setelah Gestapu 1965, suasana politik tidak menentu, Enny Arrow kemudian berkelana ke Filipina pada bulan Desember 1965, dari Manila ia pergi ke Hong Kong dan kemudian ia mendarat di Seattle Amerika Serikat pada bulan April 1967. Di Amerika Serikat Enny Arrow belajar penulisan kreatif bergaya Steinbeck, setelah menemukan irama Steinbeck, dia mencoba menuliskan beberapa karyanya di koran-koran terkenal Amerika Serikat, salah satu karya Enny Arrow adalah novel dengan judul : “Mirror Mirror”.

Pada 1974 dia kembali ke Djakarta dan bekerja di salah satu perusahaan asing di Jakarta sebagai copy writer atas kontrak-kontrak­bisnis. Semasa kerjanya itulah, ia sangat produktif. Enny rajin menuliskan karya sastra yang amat bermutu. Salah satu novelnya, “Kisah Tante Sonya” mampu mengalahkan popularitas “Ali Topan Anak Jalanan” karya Teguh Esha yang sedang hit pada waktu itu.

Enny Arrow mendapat sambutan luar biasa di banyak penerbit-penerbit rakyat di sekitaran Pasar Senen pada dekade 1980-an. Dia bukan saja penulis yang berkibar karena karya-karyanya, ia juga merupakan penantang atas sastra-sastra yang berpihak pada kaum pemodal. Sampai pada kematian Enny Arrow (1995) tak satupun orang Indonesia tau siapa Enny Arrow, dan dia menolak bukunya dijual di toko-toko buku besar.

Enny Arrow adalah mutiara terbesar Indonesia pada era Orde Baru. Bahkan sampai sekarang pun masih ada sebagian orang yang mencari novel-novel stensilan Enny Arrow ini, namun dia tetaplah sosok misterius. Tak ada keterangan jelas tentang dirinya, apalagi profil fotonya.

Admin eBuku sudah mencari segala hal tentang Enny Arrow ini. Sayang sekali tak banyak hal yang didapat. Dari salah satu blog admin pernah ketemu ada yang posting tentang Enny Arrow lengkap dengan fotonya. Tetapi setelah diteliti, ternyata itu bukan wajah asli dari Enny Arrow, melainkan seorang Maria Magdalena Rubinem.

**

Novel Enny Arrow:
*.Puncak Bukit Kemesraan
*.Madu Racun
*.Selembut Sutra
*.Noda-Noda Cinta
*.Layu Sebelum Berkembang
*.Bahana Asmara
*.Sepanas Bara
*.Kutak-katik Asmara
*.Aningsih
*.Hari kelabu

(Berhubung yang admin LoveReads ketahui sangat terbatas, jadi daftar judul novelnya cuma beberapa saja. Padahal menurut banyak sumber, karya Enny Arrow ini sangat terkenal pada zamannya, kabarnya saat itu ada banyak sekali, ratusan novelnya yang pernah terbit.)

Profil Dee Lestari & Karyanya

dewi 'dee' lestari

Tentang Penulis: Dewi Lestari

Dewi Lestari Simangunsong, yang akrab dipanggil Dee ini lahir di Bandung, Jawa Barat; 20 Januari 1976. Seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal ‘Rida Sita Dewi’. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.

Dee terlahir sebagai anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Yohan Simangunsong dan Tiurlan br Siagian (alm). Sejak kecil Dee telah akrab dengan musik. Ayahnya adalah seorang anggota TNI yang belajar piano secara otodidak. Sebelum bergabung dengan Rida Sita Dewi, Dee pernah menjadi backing vocal untuk Iwa K, Java Jive dan Chrisye. Sekitar bulan Mei 1994, ia bersama Rida Farida dan Indah Sita Nursanti bergabung membentuk trio Rida Sita Dewi (RSD) atas prakarsa Ajie Soetama dan Adi Adrian.

Sebelum Supernova keluar, tak banyak orang yang tahu kalau Dee telah sering menulis. Tulisan Dee pernah dimuat di beberapa media. Salah satu cerpennya berjudul “Sikat Gigi” pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung, Jendela Newsletter, sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. Tahun 1993, ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis dimana ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. Tiga tahun berikutnya, ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico the Coro” yang dimuat di majalah Mode. Bahkan ketika masih menjadi siswa SMU 2 Bandung, ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah.

Novelnya, Supernova pernah masuk nominasi Katulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. Bersaing bersama para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad, Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril, Dorothea Rosa Herliany karya Kill The Radio, Sutardji Calzoum Bachri karya Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti karya Sampah Bulan Desember.

**

Karya-karyanya:
*.Supernova 1: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, 2001
*.Supernova 2: Akar, 2002
*.Kumpulan Prosa dan Puisi “Filosofi Kopi” 2003
*.Supernova 3: Petir, 2004
*.Kumpulan Cerita “Rectoverso” 2008
*.Perahu Kertas, 2009
*.Kumpulan Cerita “Madre” 2011
*.Supernova 4: Partikel, 2012
*.Supernova 5: Gelombang, 2014

More info:
http://www.deelestari.com
Twitter @Deelestari