Profil Mary Higgins Clark & Karyanya

profil mary higgins clark

Tentang Penulis: Mary Higgins Clark

Mary Theresa Eleanor Higgins Clark Conheeney (née Higgins), lahir 24 Desember 1927. Ia lebih populer dengan nama Mary Higgins Clark, seorang penulis Amerika novel thriller, fiksi misteri dan kriminologi.

Masing-masing dari 42 bukunya telah menjadi buku terlaris di Amerika Serikat dan berbagai negara Eropa. Ia layak jika mendapat julukan The Queen of Suspense, karena plot novel-novelnya memang selalu penuh suspense. Plot ini menempatkan tokoh-tokoh utamanya biasanya wanita-wanita biasa, wanita-wanita yang menyenangkan berada dalam situasi yang luar biasa mengerikan. Yang unik dalam judul novelnya adalah judul lagu-lagu lama.

Beberapa tahun silam, ketika Clark baru menyelesaikan 7 novel dan ada yang menjulukinya Agatha Christie era 80-an, Clark menanggapi; “Christie telah menulis 100 buku, jadi aku masih utang 93 lagi.”

Wanita yang pernah bekerja sebagai sekretaris dan pramugari ini mulai menulis pada usia 36 tahun, ketika suaminya meninggal dan ia terpaksa harus menghidupkan sendiri kelima anak mereka yang masih kecil-kecil. Clark yang keturunan Irlandia lahir dan dibesarkan di New York City. Kini ia bermukim di Saddle River New Jersey.

**

Bibliography

Fiction
*.1968, Aspire to the Heavens (reissued in 2000 as Mount Vernon Love Story)
*.1975, Where Are The Children?
*.1977, A Stranger is Watching
*.1980, The Cradle Will Fall
*.1982, A Cry in the Night
*.1984, Still watch
*.1987, Weep No More, My Lady
*.1989, While My Pretty One Sleeps
*.1989, The Anastasia Syndrome and Other Stories
*.1990, “Voices in the Coal Bin” (short story, only available as an audio bookwith Carol Higgins Clark’s That’s the Ticket)
*.1991, Loves Music, Loves to Dance
*.1992, All Around the Town
*.1993, I’ll Be Seeing You
*.1993, Death on the Cape and Other Stories
*.1993, Milk Run and Stowaway (Two stories. Like Voices in the Coal Bin, never officially published out of anthologies)
*.1994, Remember Me
*.1994, The Lottery Winner and Other Stories
*.1995, Let Me Call You Sweetheart
*.1995, Silent Night
*.1996, Moonlight Becomes You
*.1996, My Gal Sunday: Henry and Sunday Stories
*.1997, Pretend You Don’t See Her
*.1998, You Belong to Me
*.1998, All Through The Night
*.1999, We’ll Meet Again
*.2000, Before I Say Good-Bye
*.2000, Deck the Halls (with daughter Carol Higgins Clark)
*.2001, On The Street Where You Live
*.2001, He Sees You When You’re Sleeping (with daughter Carol Higgins Clark)
*.2002, Daddy’s Little Girl
*.2003, The Second Time Around
*.2004, Nighttime Is My Time
*.2004, The Christmas Thief (with daughter Carol Higgins Clark)
*.2005, No Place Like Home
.2006, Two Little Girls in Blue
.2006, Santa Cruise (with daughter Carol Higgins Clark)
*.2007, Ghost Ship: A Cape Cod Story
*.2007, I Heard That Song Before
*.2008, Where Are You Now?
*.2008, Dashing Through the Snow (with daughter Carol Higgins Clark)
*.2009, Just Take My Heart
*.2010, The Shadow of Your Smile
*.2011, I’ll Walk Alone
*.2011, The Magical Christmas Horse (illustrated by Wendell Minor)
*.2012, The Lost Years
*.2013, Daddy’s Gone A Hunting
*.2014, I’ve Got You Under My Skin
*.2014, The Cinderella Murder (co-authored with bestselling author Alafair Burke)

Non-fiction
*.2001, Kitchen Privileges, A Memoir

Movie adaptations
*.1982, A Stranger Is Watching
*.1986, Where Are The Children?
*.2002, We’ll Meet Again
*.2002, Lucky Day
*.2002, All Around The Town

Iklan

Profil Suzanne Collins & Karyanya

profil-suzanne-collins.jpg

Tentang Penulis: Suzanne Collins

Suzanne Collins, ia adalah seorang penulis skenario dan novelis asal Amerika Serikat, yang dikenal sebagai penulis novel Trilogi The Hunger Games.

Collins lahir pada 10 Agustus 1962 di Hartford, Connecticut. Dia adalah putri dari seorang perwira Angkatan Udara Amerika Serikat yang bertugas di Perang Vietnam. Sebagai putri seorang perwira militer, ia dan keluarganya terus-menerus pindah tempat tinggal.

Dia menghabiskan masa kecilnya di Alabama, menempuh masa SMA di Alabama School of Fine Arts kemudian lulus dari Indiana University di jurusan Drama dan Telekomunikasi.

Collins saat ini tinggal di Newtown, Connecticut, bersama suami dan dua anak mereka beserta dua ekor kucing. Dia adalah seorang penganut Katolik Roma.

**

Karya

The Underland Chronicles
1. Gregor the Overlander (2003)
2. Gregor and the Prophecy of Bane (2004)
3. Gregor and the Curse of the Warmbloods (2005)
4. Gregor and the Marks of Secret (2006)
5. Gregor and the Code of Claw (2007)

Trilogi The Hunger Games
1. The Hunger Games (2008)
2. Catching Fire (2009)
3. Mockingjay (2010)

Buku lainnya
1.Fire Proof: Shelby Woo #11 (1999)
2. When Charlie McButton Lost Power (2005)
3. When Charlie McButton Gained Power (2009)

Penghargaan

*.2011 – California Young Reader Medal
*.2010 – Georgia Peach Book Awards for Teen Readers
*.Publishers Weekly’s Best Books of the Year: Children’s Fiction
*.An American Library Association Top 10 Best Books For Young Adult Selection
*.An ALA Notable Children’s Book
*.2008 CYBIL Award–Fantasy and Science Fiction
*.KIRKUS Best Young Adult Book of 2008
*.AHorn BookFanfare
*.School Library JournalBest Books of 2008
*.A Book List Editor’s Choice, 2008
*.NY Public Library 100 Titles for Reading and Sharing
*.2004 NAIBA Children’s Novel Award
*.2006 ALSC Notable Children’s Recording (audio version)

http://www.suzannecollinsbooks.com

Profil Stephenie Meyer & Karyanya

profil stephenie meyer

Tentang Penulis: Stephenie Meyer

Stephenie Morgan Meyer, lahir di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, 24 Desember 1973. Dia adalah seorang penulis novel Amerika Serikat. Ia dikenal dengan karyanya Twilight series yaitu Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking dawn.

Twilight, New Moon, dan Eclipse telah diproduksi dalam bentuk layar lebar. Sedangkan Breaking Dawn dibuat dalam dua film. Karyanya yang lain adalah Midnight Sun, Twilight dari sudut pandang Edward Cullen.

Stephenie Meyer telah membuat beberapa novel dari seri twilight maupun bukan seri twilight. Awal mula ia menulis cerita tentang twilight berdasarkan atas mimpinya tentang seorang gadis yang jatuh cinta terhadap seorang vampire.

**

Karya-karya:
*.Twilight (Oktober 2005)
*.New Moon (Agustus 2006)
*.Short Story in Prom Nights from Hell (April 2007)
*.Eclipse (Agustus 2007)
*.The Host (Mei 2008)
*.Breaking Dawn (Agustus 2008)
*.Midnight Sun
*.The Twilight Saga: The Official Guide (Desember 2008)
*.The Soul
*.The Seeker

Profil Kristen Proby & Karyanya

profil-kristen-proby.jpeg

Tentang Penulis: Kristen Proby

Kristen Proby, adalah penulis terlaris Amazon dan USA Today dengan seri With Me In Seattle-nya. Dia memiliki gairah untuk kisah cinta yang baik dan karakter kuat yang mencintai humor dan memiliki rasa yang kuat loyalitas dan keluarga. Buahnya adalah tipe alpha; wanita sangat melindungi dan sedikit bossy, dan dia yang menyenangkan, kuat, dan tidak takut untuk membela diri mereka sendiri.

Kristen menghabiskan hari-hari dengan renungannya di Pacific Northwest. Dia menikmati kopi, cokelat dan sinar matahari. Dan tidur siang.

**

Books by Kristen Proby

*.Come Away with Me (With Me in Seattle #1), 2012
*.Fight with Me (With Me in Seattle #2), 2012
*.Play with Me (With Me in Seattle #3), 2013
*.Rock with Me (With Me in Seattle #4), 2013
*.Safe with Me (With Me in Seattle #5), 2013
*.Tied with Me (With Me in Seattle #6), 2014
*.Breathe with Me (With Me in Seattle #7), 2014
*.Under the Mistletoe with Me (With Me in Seattle #1.5), 2012
*.Forever with Me (With Me in Seattle #8), 2014
*.Loving Cara (Love Under the Big Sky #1), 2014
*.Seducing Lauren (Love Under the Big Sky #2), 2014
*.Falling for Jillian (Love Under the Big Sky #3), 2015
*.Some Like It Hot, 2014
*.Baby, It’s Cold Outside, 2014
*.Happy Halloween from the Montgomerys (With Me in Seattle #5.1)
*.Saving Grace, 2014
*.Romance at the Beach, 2014
*.Easy Love (Boudreaux #1), 2015
*.Safe With Me, 2015
*.Easy With You: A With Me In Seattle Novella (1001 Dark Nights), 2015
*.A Taste of Delicious (Fusion #1), 2015

Profil Katie Ashley & Karyanya

profil-katie-ashley.jpg

Tentang Penulis: Katie Ashley

Katie Ashley adalah seorang penulis New York Times, USA Today, dan Amazon Best-Selling. Dia tinggal di luar Atlanta, Georgia dengan putrinya, Olivia, dan dua anjing yang sangat manja padanya. Dia terobsesi dengan Pinterest, The Golden Girls, Harry Potter, Shakespeare, Supernatural, Designing Women, dan Scooby-Doo.

Dengan gelar BA dalam bahasa Inggris di Secondary English Education (Pendidikan Bahasa Inggris Sekunder), dan Masters in Adolescent English Education (Magister Remaja Pendidikan Bahasa Inggris), dia menghabiskan 11 1/2 tahun mendidik Youth of America alias mengajar MS dan HS Inggris sampai dia meninggalkan untuk menulis penuh waktu pada Desember 2012 .

**

katie-ashley-books.jpg

Books by Katie Ashley

*.The Proposition (The Proposition, #1)
*.The Proposal (The Proposition, #2)
*.The Pairing (The Proposition, #3)
*.The Party (The Proposition, #0.5)
*.Trail (The Proposition, #2.2)
*.Halloween with the Fitzgeralds (The Proposition, #2.3)
*.The Predicament (The Proposition, #3.5)
*.Aidan’s 7th Ring of Hell (The Proposal, #2.1)
*.Music of the Heart (Runaway Train, #1)
*.Beat of the Heart (Runaway Train, #2)
*.Strings of the Heart (Runaway Train, #3)
*.Melody of the Heart (Runaway Train, #4)
*.Music of the Soul (Runaway Train, #2.5)
*.Vicious Cycle (Vicious Cycle, #1)
*.Redemption Road (Vicious Cycle, #2)
*.Last Mile (Vicious Cycle, #3)
*.Don’t Hate the Player… Hate the Game
*.Search Me
*.Nets and Lies
*.Subordination: Chronicles of a Domme
*.Jules, the Bounty Hunter
*.Guess Whose Hopping Down the Bunny
*.Testament
*.The Guardians
*.Drop Dead Sexy
*.Do Not Go Gentle
*.Untitled (Jacob’s Ladder, #1)
*.Untitled (Jacob’s Ladder, #2)

Profil Asma Nadia & Karyanya

profil asma nadia

Tentang Penulis: Asma Nadia

Asma Nadia (Asmarani Rosalba), lahir di Jakarta, 26 Maret 1972. Seorang penulis novel dan cerpen Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri Forum Lingkar Pena dan manajer Asma Nadia Publishing House.

Asma Nadia merupakan anak kedua dari pasangan Amin Usman yang berasal dari Aceh dan Maria Eri Susanti yang merupakan mualaf keturunan Tionghoa dari Medan. Ia memiliki seorang kakak bernama Helvy Tiana Rosa, dan seorang adik bernama Aeron Tomino. Mereka bertiga menekuni minat mereka sebagai penulis.

Asma Nadia menikah dengan Isa Alamsyah yang juga seorang penulis. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak yang bernama Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra. Anak mereka juga berminat menekuni karier sebagai penulis.

Setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Ia tidak menyelesaikan kuliah yang dijalaninya, karena ia harus beristirahat akibat penyakit yang dideritanya. Ia mempunyai obsesi untuk terus menulis. Ketika kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis. Di samping itu, dorongan dan semangat yang diberikan keluarga dan orang yang menyayanginya memotivasi untuk terus menulis. Asma tetap aktif mengirimkan tulisannya ke majalah Islam.

Sebuah cerpennya yang berjudul Imut dan Koran Gondrong pernah meraih juara pertama Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) tingkat nasional yang diadakan majalah Aninda pada tahun 1994 dan 1995. Selain menulis cerita fiksi, ia juga aktif menulis lirik lagu. Sebagian lirik lagunya terdapat di album Bestari I (1996), Bestari II (1997), dan Bestari III (2003), Snada The Prestation, Air Mata Bosnia, Cinta Ilahi, dan Kaca Diri.

Ia pernah mengikuti Pertemuan Sastrawan Nusantara XI di Brunei Darusalam, bengkel kerja kepenulisan novel yang diadakan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Dari hasil kegiatan kepenulisan Mastera, ia menghasilkan novel yang berjudul Derai Sunyi. Sebagai anggota ICMI, Asma Nadia juga pernah diundang untuk mengisi acara bengkel kerja kepenulisan yang diadakan ICMI, orsat Kairo. Kesibukannya selain sebagai penulis fiksi, ia memimpin Forum Lingkar Pena, sebuah forum kepenulisan bagi penulis muda yang anggotanya hampir ada di seluruh provinsi di Indonesia. Asma juga sering menjadi pemandu acara pada acara yang bernuansa keislaman. Kini, Asma juga aktif dengan pekerjaannya sebagai direktur Yayasan Prakasa Insan Mandiri (Prima). Ia juga sibuk mengadakan berbagai paket kegiatan anak melaluiprime kidsdan memberi kursus bahasa Inggris.

Karena karya-karyanya, ia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, Asma sering diminta untuk memberi materi dalam berbagai lokakarya yang berkaitan dengan penulisan dan feminisme, baik di dalam dan di luar negeri. Pada tahun 2009 dalam perjalanannya keliling Eropa setelah mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus – September 2009), ia sempat diundang untuk memberikan seminar dan wawancara kepenulisan di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin (bekerja sama dengan FLP dan KBRI di sana), KBRI Roma, Manchester (dalam acara KIBAR Gathering), dan Newcastle.

Sejak awal tahun 2009, ia merintis penerbitan sendiri dengan nama Asma Nadia Publishing House. Beberapa bukunya yang telah diadaptasi menjadi filma dalah Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan Assalamualaikum Beijing.

Ia juga berprofesi sebagai penulis tetap di kolom resonansi Republika setiap Sabtu. Ia pernah menjadi satu dari 35 penulis dari 31 negara yang diundang untuk menjadi penulis tamu dalam Iowa International Writing Program, di sana ia sempat berbagi tentang Indonesia dan proses kreatifnya dalam menulis dengan pelajar dan mahasiswa serta kaum tua di Amerika Serikat. Selain memenuhi undangan membaca cerpen yang telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, karyanya terpilih untuk ditampilkan dalam adaptasi ke pentas teater di Iowa, selain berkolaborasi dengan aktor tunarungu Amerika Serikat dalam pementasan di State Department, Washington D.C.

Ia menggemari seni fotografi, dan telah menjelajah 59 negara dan 270 kota di dunia. Melalui Yayasan Asma Nadia, ia merintis Rumah Baca Asma Nadia yang tersebar di seluruh Indonesia, rumah baca sederhana yang beberapa di antaranya memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak yatim secara gratis untuk membaca dan beraktivitas bagi anak-anak dan remaja yang kurang mampu. Saat ini, ada 140 perpustakaan yang dikelola bersama relawan untuk kaum yang kurang beruntung dan tidak mampu.

**

Daftar buku, novel & cerpen Asma Nadia:
*.Catatan Hati Seorang Istri
*.Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!
*.Sakinah Bersamamu
*.Catatan Hati di Setiap Sujudku
*.Aisyah Putri 1: Operasi Milenia
*.Aisyah Putri 2: Chat On-Line!
*.Rembulan di Mata Ibu
*.Aisyah Putri 3: Mr. Penyair
*.Istana Kedua
*.Jilbab Pertamaku
*.Assalamualaikum, Beijing!
*.Aisyah Putri: My Pinky Moments
*.Karenamu Aku Cemburu: Curahan Hati Seorang Istri
*.Pesantren Impian
*.Jilbab Traveler
*.Meminang Bidadari
*.Emak Ingin Naik Haji
*.Derai Sunyi
*.Catatan Hati Bunda
*.Cinta di Ujung Sajadah
*.Aisyah Putri: Hidayah Buat Sang Bodyguard
*.Kerlip Bintang Diandra (Kumpulan Cerpen)
*.Muhasabah Cinta Seorang Istri
*.Aisyah Putri 4: Teror Jelangkung Keren
*.Badman: Bidin!
*.Gara-Gara Jilbabku?
*.Cinta Tak Pernah Menari
*.Serenade Biru Dinda
*.Aku Ingin Menjadi Istrimu
*.La Tahzan for Broken Hearted Muslimah
*.Dialog Dua Layar
*.Diary Doa Aisyah Putri
*.Rumah Tanpa Jendela (Novel & Skenario)
*.Ayat Amat Cinta: Sebuah Komedi Cinta yang Menyentuh Hati
*.Cinta Laki-laki Biasa
*.Kisah Kasih Dari Negeri Pengantin
*.101 Dating Jo dan Kas
*.Twitografi Asma Nadia: Biografi Mini Asma Nadia, Masa Lalu, Kisah Cinta, Perjuangan, Pemikiran, Ide, Opini, Dan Berbagai Hal Yang Belum Pernah Diungkap Sebelumnya
*.The Real Dezperate Housewives
*.Cermin dan Malam Ganjil
*.Jatuh Bangun Cintaku (Seri Edu-Teens)
*.J-Two: Jilbabers In Trouble
*.Bulan Kertas
*.Catatan Hati Yang Cemburu
*.Kangen
*.Rumah Cinta Penuh Warna
*.Ketika Duka Tersenyum
*.Ketika Aa Menikah Lagi
*.Doa Kecil dalam Hati Gue (Kumcer Bareng-bareng)
*.Catatan Hati di Setiap Doaku
*.La Tahzan for Jomblo
*.The Jilbab Traveller
*.Ada Rindu di Mata Peri
*.La Tahzan for Mother
*.Maryam Mah Kapok
*.Salon Kepribadian
*.Galz, Please Don’t Cry
*.Kepak Sayap Patah
*.Miss Right Where R U? (The Real Story of Jomblo)
*.Merah di Jenin
*.Hari-Hari Cinta Tiara
*.Titian Pelangi
*.Pelangi Nurani
*.Dari Datuk ke Sakura Emas
*.Luka Telah Menyapa Cinta
*.One Gigabyte of Love
*.17 Catatan Hati: Ummi
*.J-Two on Mission
*.The Story of Jomblo: Antologi Cerpen Pilihan
*.Menyisir Rindu
*.Jadilah Istriku (seri Pernikahan)
*.Proses Kreatif Penulis Hebat
*.Suatu Petang di Kafe Kuningan: Kumpulan Cerpen Remaja FLP
*.Mengetuk Cintamu
*.Jadian, Boleh Dong? (Serial Aisyah Putri Edisi Revisi Mr. Penyair)
*.Catatan Hati Pengantin
*.Chat for a Date (Serial Aisyah Putri Edisi Revisi Chat Online)
*.20 Tahun Cinta
*.Bidadariku Bukan Untukku
*.Aisyah Putri: Jilbab in Love
*.Di Dunia Ada Syurga
*.Jangan bercerai Bunda
*.IMEJKU… CARAKU… GAYAKU… ANGGUN
*.Abang, Apa Salahku?: Saat Cinta Suami Berpaling
*.Pesantren Impian: Cinta, Teka-teki, dan Kematian
*.Surga yang Tak Dirindukan
*.Catatan Hati Ibunda
*.Keranamu Aku Cemburu
*.New Jangan Jadi Muslimah Nyebelin
*.Kisah Seru Pengantin Baru
*.Hari-Hari Cinta Tiara
*.Titian Pelangi
*.Pelangi Nurani
*.Dari Datuk ke Sakura Emas
*.Luka Telah Menyapa Cinta
*.One Gigabyte of Love
*.Merajut Cahaya: Kumpulan Cerpen Terbaik Annida
*.Dokumen Jibril
*.Lelaki Semesta
*.Di Sini Ada Cinta! (Matahari Tak Pernah Sendiri: Buku 2)
*.Jendela Cinta
*.Lentera Kehidupan
*.Hong Kong, Namaku Peri Cinta
*.Addicted 2 U: Antologi Cerpen Pilihan
*.Dendam Positif
*.100 Kisah Luar Biasa Dari Orang-Orang Biasa

Profil Helvy Tiana Rosa & Karyanya

helvy tiana rosa (HTR)

Tentang Penulis: Helvy Tiana Rosa

Helvy Tiana Rosa, lahir di Medan, Sumatera Utara; 2 April 1970. Seorang sastrawan, Pendiri Forum Lingkar Pena dan dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.

Helvy merupakan anak pertama dari pasangan Amin Usman atau lebih dikenal dengan nama Amin Ivo’s, seorang pencipta lagu asal Aceh, dan Maria Arifin Amin, seorang perempuan keturunan Cina yang lahir di Medan. Helvy memiliki adik bernama Asmarani Rosalba yang kemudian lebih dikenal dengan nama pena: Asma Nadia dan seorang adik lelaki bernama Aeron Tomino. Sejak usia empat tahun, bersama keluarganya Helvy hijrah ke Jakarta. Helvy dan keluarganya pernah hidup dengan sangat sederhana di tepi rel kereta api Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Setiap malam sebelum tidur, Sang Ibu selalu mendongengi mereka hal-hal yang penuh optimisme. Setiap malam Helvy juga melihat ibunya menulis diari. Sang ibu memotivasinya menulis catatan harian sebagai latihan menyampaikan pendapat, perasaan dan menulis itu sendiri. Pada usia belum lima tahun, Helvy sudah bisa membaca.

Saat masuk usia sekolah, Helvy tinggal bersama neneknya Rosalina Arifin di Bandung. Ia bersekolah di SD Bhayangkari I Bandung hingga kelas 2 SD. Helvy melatih kebiasaannya menulis dengan mengirim surat hampir setiap hari pada ibunya di Jakarta, menulis buku harian dan mengirim puisi ke majalah anak-anak yang ada pada waktu itu.

Tak tahan jauh dari keluarga, Helvy kembali ke Jakarta, melanjutkan sekolah ke SD Kartini II Jakarta hingga tamat. Di dekat rumah mereka di Kemayoran, ada tempat penyewaan buku, di mana banyak orang menyewa buku komik berjilid-jilid. Helvy ternganga melihat tempat penyewaan buku itu. Seperti sebuah kebutuhan, setiap hari bisa lebih dari tiga kali ia main ke sana bersama adik-adiknya. Sayang, mereka selalu diusir karena tidak pernah mampu menyewa buku-buku tersebut, dianggap mengganggu yang lain dengan bertanya tentang buku-buku yang ada. Ibu mereka sehari-hari berjualan seprei keliling untuk membantu menopang kehidupan keluarga. Ia rela pergi jalan kaki agar pulangnya bisa membawa buku bagi Helvy dan adik-adiknya. Kadang bila beruntung, Ibu mereka mendapatkan pinjaman buku-buku cerita dari anak teman-temannya maupun orang yang membeli seprainya. Ibu Helvy berjanji untuk merawat buku pinjaman, memberi sampul plastik gratis bagi buku-buku yang belum disampul. Karena itulah setiap hari Helvy dan adik-adiknya bisa membaca tiga sampai sepuluh buku cerita sehari. Saat kelas III SD dengan mengumpulkan semua buku miliknya yang ia beli dari uang tabungan, Helvy membuka perpustakaan kecil di rumahnya agar anak-anak sebayanya bisa bebas membaca tanpa perlu membayar. Ia pun mulai menyemangati adiknya untuk menulis. Puisi dan cerpennya mulai dimuat di majalah anak-anak seperti Ananda, Bobo, Tomtom dan Halo.

Cita-cita Helvy waktu itu hanya satu: ingin bisa memiliki mesin tik agar cerpen-cerpennya dibaca oleh para redaktur majalah. Tetapi majalah-majalah itu tidak memberinya honor berupa uang, melainkan buku, sehingga buku-buku koleksinya terus bertambah.

Sementara itu bila Ayahnya di rumah, setiap hari rumah mereka akan penuh suara musik, terutama dari The Beatles. Karena itu sejak SD Helvy hafal banyak sekali lagu-lagu dari group band tersebut. Ayahnya heran karena Helvy menunjukkan ketertarikan yang amat sangat pada syair-syair lagu The Beatles. Sang Ayah adalah seorang seniman yang menguasai banyak alat musik. Ia mengarang semua jenis lagu mulai dari Dangdut, Pop, Jazz sampai Rock n Roll. Sejak ia tahu Helvy menyukai dan memperhatikan syair lagu, juga suka mencipta puisi, tiap kali mengarang lagu, Helvy yang masih SD diminta oleh Sang Ayah untuk memeriksa syair lagunya. Kalau ada syair yang kurang pas, ayahnya selalu bertanya dan meminta masukan. Kebiasaan ini kerap dilakukan ayah Helvy hingga anaknya kuliah. Entah mengapa, ayahnya selalu yakin bahwa Helvy bisa menulis syair yang bagus, bahkan lebih bagus dari yang ia buat. Kelak tahun 1990-an lagu-lagu pop karya sang Ayah yang dinyanyikan Dewi Yull, Rafika Duri, Iis Sugianto, Christine Panjaitan, Andi Meriem Matalatta, Broery Pesolima dan lain-lain menjadi hits dan membawa ekonomi keluarga mereka lebih baik.

Guru SD Helvy, Ibu Su’amah memperkenalkan Helvy pada Taman Ismail Marzuki (TIM), tahun 1980. Maka sejak saat itu setiap minggu Helvy pergi ke TIM untuk melihat para seniman di sana yang sedang berproses maupun yang hanya duduk-duduk di warung. Saat sedang tak punya uang, Helvy tetap berangkat ke TIM meski harus berjalan kaki. Diam-diam ia mengamati anak-anak seusianya yang berlatih teater. Ia tahu keluarganya tak mampu untuk membayar apapun selain untuk belajar di sekolah. Maka Helvy menyerap semua yang ia bisa dengan riang. Bersama Ibu Su’amah ia mulai mengikuti lomba-lomba baca puisi di TIM dan belajar sendiri dari pengalamannya untuk membaca puisi yang baik.

Helvy kemudian melanjutkan sekolah ke SMPN 78 Jakarta dan mengikuti Teater 78 (teater sekolah) bimbingan Kak Mukhlis. Ia menyukai teater dan mulai menulis naskah-naskah teater untuk pementasan sekolah dan Sanggar Zuluq, sebuah perkumpulan remaja di rumahnya. Di sekolah, hampir setiap pelajaran matematika ia selalu disetrap oleh gurunya Pak Rumapea karena tida bisa menjawab soal di papan tulis atau karena nilai-nilainya jelek. Helvy juga sering kedapatan di kelas diam-diam membaca novel dan kumpulan cerpen karya Danarto, Budi Darma dan Putu Wijaya yang dipinjamkan Pak Kasmino, guru bahasa-nya. Guru Matematika-nya bahkan dengan marah pernah mengusir Helvy dari kelas dan berkata, “Kamu tidak akan pernah jadi orang yang berhasil karena kamu gagal di kelas saya!” Sejak saat itu Helvy semakin tidak suka pelajaran matematika. Ia berpikir, andai saja guru-guru matematika mengajarkan rumus matematika dengan puisi dan cerita yang seru, mungkin ia bisa sangat menyukai matematika.

Di luar itu, Helvy terus berpikir tentang sebuah mesin tik. Maka tanpa sepengetahuan orangtuanya ia mengamen puisi di atas bus-bus yang kadang membawanya keliling Jakarta hingga malam hari. Ia bertekad mengumpulkan uang dan membeli sendiri sebuah mesin tik. Kadang ia mengamen puisi di TIM karena ingin berjumpa para sastrawan idolanya. Pernah Helvy melihat Taufiq Ismail, Ramadhan KH, Putu Wijaya, Leon Agusta, Sutardji Calzoum Bachri sedang mengobrol di warung di TIM dan ia nekad membacakan puisi-puisinya sekadar mendapat perhatian mereka. Karena mereka sibuk, mereka hanya memberi beberapa keping logam setelah menatap Helvy sekilas. Sejak saat itu Helvy bertekad, suatu saat ia akan menjadi sastrawan seperti mereka. Dan ia akan mendirikan sebuah organisasi untuk mendorong anak-anak seusianya, terutama mereka yang tak mampu, untuk menulis. Sering Helvy menulis surat pada Taufiq Ismail dan Putu Wijaya. Surat-surat itu tak pernah ia pos-kan, tapi ia balas sendiri, seolah-olah dari Taufiq Ismail dan Putu Wijaya. Helvy belum menyadari bahwa apa yang ia lakukan sesungguhnya makin mengasah bakat menulisnya. Pada masa inilah kemudian, dengan mesin tik pinjaman tetangga, Helvy terus menulis puisi dan cerita. Ia bangga sekali ketika puisinya beberapa kali menembus koran, di antaranya Sinar Harapan Minggu. Harian ini mengirimi Helvy buku-buku antara lain Totto Chan yang kemudian mendorong Helvy untuk mengajarkan membaca dan menulis pada anak-anak tak mampu dalam gerbong-gerbong kereta api tua di sekitar Gunung Sahari dan Stasiun Senen.

Suatu hari Helvy bertemu Putu Wijaya dalam suatu acara. Helvy menghampiri dan menyodorkan buku kecil ditangannya, meminta sastrawan yang ia kagumi itu menulis pesan untuknya. Putu Wijaya menulis: “Helvy, menulis adalah berjuang!” Helvy kemudian menempelkan tulisan tersebut pada cermin setengah badan di kamarnya dan bertekad untuk terus menulis.

Pada usia SMP ini Helvy mulai menjadi Juara Lomba Baca Puisi di tingkat Jakarta Pusat dan DKI serta bertemu dengan Ical Vrigar yang banyak mengajarinya membaca puisi. Helvy kemudian bergabung dengan Sanggar Kapas Jakarta pimpinan Ical Vrigar dan turut dalam berbagai pementasan teater serta musikalisasi puisi yang mereka adakan. Di Sanggar Kapas, kemampuan teaternya terus terasah dan Helvy berkali-kali menjadi Juara lomba Baca Puisi tingkat nasional. Terakhiri ia mengikuti lomba baca puisi tahun 1987, di mana ia menjadi Juara II Lomba Baca Puisi tingkat Nasional HUT Taman Ismail Marzuki, dengan Juri Sutardji Calzoum Bachri, Leon Agustadan Jose Rizal Manua.

Lepas SMP Helvy diterima di SMAN 5 Jakarta. Guru Bahasa Indonesia-nya Pak Muhyidin Dasuki selalu memberinya nilai mengarang A+ dan mengatakan bahwa ia merasa suatu saat Helvy akan menjadi pengarang terkemuka Indonesia. Pada saat itu, Helvy berkata pada gurunya, bahwa kalau ia bisa menjadi pengarang terkenal, ia akan membuat Indonesia Menulis, yaitu mengajak orang lain untuk ramai-ramai menjadi penulis karena menulis itu adalah perjuangan yang menyenangkan. Sementara itu, Helvy juga bergabung di Teater Lima, yaitu teater sekolah dan sempat menjadi ketuanya. Ia juga pernah berperan sebagai Dalang dalam lakon Jaka Tarubkarya Akhudiat yang membawa teaternya memenangkan Festival Teater tingkat SLTA tahun 1988.

Suatu hari saat ulangtahunnya yang ke 18, Helvy memutuskan untuk memakai jilbab. Padahal saat itu jilbab dilarang di sekolah atas instruksi Menteri P&K Daud Jusuf. Helvy memutuskan untuk tetap memakai jilbabnya meski kadang harus melompati pagar sekolah dan masuk lewat jendela. Ia menghadapi rintangan yang besar dari pihak sekolah. Puncaknya saat ia terancam tidak bisa mengikuti EBTANAS hanya karena jilbab yang ia kenakan. Kepala Sekolah akhirnya mengambil kebijakan boleh pakai jilbab di lingkungan sekolah, tapi saat di kelas tetap harus dibuka. Helvy tidak mau menerima kebijakan itu dan berdebat panjang dengan pihak sekolah hingga guru agama yang membelanya, Pak Munawir menangis. Saat Ebtanas tiba, jilbab tak boleh dikenakan di kelas. Untunglah saat EBTANAS, pengawas yang berjilbab dari luar sekolah membiarkannya menjawa soal-soal, sebelum Kepala Sekolah melakukan kontrol jilbab ke kelas-kelas. Selama tiga hari, Helvy pun tergesa-gesa mengerjakan semua soal Ebtanas hanya dalam waktu 20 menit! Saat Kepala Sekolahnya tiba di muka kelas, Helvy sudah berada di luar. Hal ini membuat guru-guru dan teman-temannya khawatir. Syukurlah, meski Helvy memperoleh Nilai Ebtanas Murni (NEM) yang kecil akibat semua ujian Ebtanas dikerjakan cuma 20 menit itu, ia memperoleh ranking 2 di kelas, dan tetap bisa masuk ke Universitas Indonesia. Sebuah keajaiban menurut teman-temannya.

Helvy memilih Fakultas Sastra UI Jurusan Sastra Asia Barat, Program Studi Sastra Arab sebagai pilihan pertamanya. Di FSUI Helvy aktif berorganisasi. Selain mendirikan dan menjadi Ketua Teater Bening (1990-1993), ia dipilih sebagai staff Pengabdian Masyarakat Senat Mahasiswa FSUI (1991-1992), (1992-1993) bersama Indra J Piliang dan Litbang Senat Mahasiswa FSUI (1993-1994) pada masa Mustafa Kamal yang kini merupakan Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI. Helvy juga pernah duduk di Litbang Senat Mahasiswa UI (1994-1995). Selama di UI Helvy memenangkan berbagai perlombaan menulis yang diadakan FSUI maupun di UI, seperti Lomba Resensi Buku sastra dengan Ketua Dewan Juri Sapardi Djoko Damono, Lomba Resensi Buku yang diadakan Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. ‘Fisabilillah” menjadi Juara Lomba Cipta Puisi Yayasan Iqra, tingkat nasional (1992), dengan Dewan Juri HB Jassin, Sutardji Calzoum Bachridan Hamid Jabbar. Di FSUI kemampuan menulis Helvy kian terasah saat ia mendapat nilai tertinggi pada mata kuliah Penulisan Cerpen (Penulisan Populer I) dan Penulisan Artikel (Penulisan Populer II) yang diampu oleh peraih hadiah sastra Peagasus Prize dari Amerika Serikat, Ismail Marahimin. Tulisan-tulisan Helvy semakin sering dimuat di majalah remaja dan koran. Pada masa kuliah ini, Helvy juga aktif mengajar mengaji, membaca dan menulis bagi anak-anak dan remaja di Jabodetabek.

Tahun 1990 saat duduk di tingkat II FSUI, Helvy mendirikan Teater Bening—sebuah teater kampus yang seluruh anggotanya adalah perempuan. Ia menulis naskah dan menyutradarai berbagai pementasan teater tersebut. Meski awalnya dibentuk sebagai teater kampus, para anggotanya yang telah lulus kuliah, tetap latihan seperti biasa. Mereka mementaskan “Aminah dan Palestina” (1991), “Negeri para Pesulap” (1993), “Maut di Kamp Loka” (1994) dan “Fathiya dari Srebrenica” (1994) di Auditorium FSUI. Mereka juga mementaskan drama-drama satu babak yang diambil dari cerpen-cerpen karya Helvy Tiana Rosa: untuk dibawa pentas keliling kampus di Jabodetabek, Jawa dan Sumatera. Tahun 1997 mereka membawakan “Pertemuan Perempuan” yang Helvy tulis bersama Muthia Syahidah di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, “Mencari Senyuman” (1998), dan “Mata Airmata Merdeka”, naskah yang ditulisnya bersama Rahmadiyanti di Gedung Kesenian Jakarta(2000). Tahun 2005, naskah Helvy, “Tanah Perempuan” masuk tiga besar dalam Workshop Penulisan Naskah Drama Perempuan Indonesia yang diadakan Women Playwrights Indonesia, bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya UI dan DKJ, 2005, diikuti sekitar 300 peserta. Namun kendala yang dialami para anggota Teater Bening yang kebanyakan telah menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak, membuat Teater Bening tak sanggup untuk mementaskannya. Tahun 2009 Helvy mementaskan naskahnya: Tanah Perempuan, kali ini bersama para mahasiswanya di Bengkel Sastra UNJ. Pementasan keliling dilakukan di Universitas Negeri Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, CCL Bandung dan Auditorium RRI, Banda Aceh. Helvy tidak menyutradarai dan mempercayakan penyutradaraannya pada Ferdi Firdaus. Tahun 2012 Helvy diundang menulis dalam Indonesian Dramatic Reading Festival lewat lakon “Jiroris”.

Sejak berjilbab tahun 1988, Helvy semakin giat menulis dan mulai mengubah fokus dan gaya penulisannya lebih Islami. Namun ia merasa kesulitan menemukan media yang mau memuat karya-karyanya yang cenderung memiliki benang merah keislaman yang kental. Ia pun sadar bahwa kalau ia ingin membaca sebuah tulisan yang belum juga ia temukan untuk dibaca, maka itu berarti ia harus menuliskannya. Tahun 1990 Helvy bertemu Dwi Septiawati, pemimpin redaksi majalah remaja muslimah “Annida”. Setahun kemudian, sambil kuliah Helvy bekerja sebagai Redaktur Majalah Annida. Tahun 1992 ia diangkat menjadi Redaktur Pelaksana dan bertanggung jawab terhadap rubrik fiksi. Tahun 1993 majalah ini memutuskan mengubah format menjadi Majalah Kisah-kisah Islami Annida, yang hampir keseluruhan isinya adalah cerpen dan ditujukan bagi remaja. Annida mencoba secara konsisten melakukan dakwah melalui sastra untuk remaja muslim/ muslimah dengan menghindari kesan menggurui. Annida banyak melahirkan para penulis seperti: Asma Nadia, Habiburrahman El Shirazy, Afifah Afra, Melvi Yendra, Sakti Wibowo, Izzatul Jannah (Intan Savitri), Ragdi F. Daye, Jazimah Al Muhyi, Syamsa Hawa, Muhammad Yulius, Muthmainnah (Maimon Herawati), Sinta Yudisia, dll. Tahun 1993 manajemen Annida bergabung dengan Majalah Ummi yang membuat distribusi Annida sampai ke seluruh Indonesia.

Helvy kerap mendapat undangan ke berbagai daerah untuk mengisi berbagai acara keislaman, workshop penulisan atau sekadar temu pembaca. Oplah Annida pun terus meningkat, terutama di pesantren-pesantren. Taufiq Ismail pernah menyebut Annida membangun entitas baru kaum muda yang mencintai sastra dan Islam sekaligus (1999).

Tahun 1997, ketika menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Annida, Helvy mendirikan Forum Lingkar Pena (FLP), sebuah wadah bagi kaum muda dan berbagai kalangan yang ingin menjadi penulis. Helvy mendiskusikan idenya pada sang adik Asma Nadia, dan mengajak Asma membantunya. Karena tidak ingin FLP dianggap sebagai forum keluarga, Helvy mengajak Maimon Herawati (Muthmainnah), cerpenis yang aktif menulis di Majalah Annida, dan mencantumkan namanya sebagai pendiri pula. Pada 22 Februari 1997 FLP resmi berdiri di Masjid UI, Depok dengan anggota pertama 30 orang. Dari jumlah itu baru Helvy yang karyanya telah dibukukan (Ketika Mas Gagah Pergi, 1997). Mereka lalu sepakat memilih Helvy sebagai Ketua Umum (1997-2005). Helvy kemudian membuka perekrutan anggota FLP di seluruh Indonesia melalui Majalah Annida dan terjaring lebih dari 3500 anggota. Helvy giat ke berbagai pelosok Indonesia, untuk memotivasi kaum muda menulis. Helvy percaya bahwa sampai pada tingkatan tertentu, menulis bisa diajarkan pada siapapun, termasuk pada para pekerja rumah tangga, anak-anak jalanan dan semacamnya. Ia ingin memberdayakan kalangan duafa dengan kegiatan membaca dan menulis, hingga menulis tidak lagi melulu kegiatan ekslusif kalangan intelektual. Menulis dapat menjadi skill yang bisa membantu memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan kaum duafa tersebut. Lebih dari itu menurutnya, tingkat peradaban suatu bangsa ditentukan dari berapa banyak orang yang membaca di negeri tersebut.

Bersama teman-temannya di FLP, tahun 2002 Helvy mendirikan dan mengelola “Rumah baCA dan HAsilkan karYA” (Rumah Cahaya) yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. FLP juga membuat Forum Lingkar Pena Kids yang mengajar anak-anak usia 5-15 tahun menulis sambil bermain. Tahun 2003 bersama Asma Nadia, Helvy mendirikan Yayasan Lingkar Pena. Tahun 2004 bekerjasama dengan Penerbit Mizan, dibuat Lingkar Pena Publishing House sebagai penerbit karya-karya FLP. Helvy diminta menjadi Direktur dari PT Lingkar Pena Kreativa yang mewadahi kerjasama tersebut, hingga 2011.

Kegiatan-kegiatan tersebut dilakoni Helvy dan teman-temannya dengan merogoh kocek sendiri. Karena itu Helvy menyebut para anggota FLP yang kemudian sudah menjadi penulis sepertinya, sebagai relawan. “Di FLP semua anggota adalah relawan,” tuturnya. Dan “Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa menyukseskan orang lain.”

Kini FLP beranggotakan ribuan orang yang tersebar di 150 kota di Indonesia dan mancanegara. Dalam 15 tahun keberadaannya, FLP di seluruh Indonesia telah mengadakan pelatihan menulis setiap minggu, dengan peserta hingga saat ini mencapai jutaan orang.

Keberadaan FLP menginspirasi lahirnya banyak komunitas penulis muda setelah tahun 1997. FLP juga menggugah para pengarang senior seperti Pipiet Senja, Gola Gong, Fahri Asiza dan Boim Lebon untuk bergabung dan turut menjadi relawan FLP. Koran Tempo menyebut Helvy “Lokomotif Penulis Muda Indonesia” (2003). Taufiq Ismail bahkan mengatakan bahwa FLP adalah hadiah Tuhan bagi Indonesia (2002), sedangkan kritikus Maman S. Mahayana berkata FLP telah menorehkan tinta emas dalam sejarah sastra Indonesia (2007). Karena keberhasilan FLP dalam program ‘Indonesia Menulis’ tersebut, tahun 2008, FLP meraih Danamon Award–sebuah penghargaan tingkat nasional bagi mereka yang dianggap sebagai pejuang, dan secara signifikan dianggap berhasil melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar.

Istri dari Widanardi Satryatomo (Tomi) ini juga menyemangati anaknya menulis, Abdurahman Faiz (lahir 15 November 1995) pada usia 8 tahun telah menulis buku pertamanya: Untuk Bunda dan Dunia yang diterbitkan Mizan, 2004 disusul buku-buku Faiz lainnya. Faiz dikenal sebagai salah satu pelopor lahirnya Seri “Kecil-Kecil Punya Karya”, sedikitnya Ia telah menerbitkan 12 buku dan memperoleh 13 penghargaan nasional pada usia 18 th, diantaranya Anugerah Seni Budaya untuk Pelajar berprestasi yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Pada 1 Februari 2007 Helvy melahirkan anak keduanya, Nadya Paramitha.

**

Daftar buku, beberapa novel dan cerpen karya Helvy Tiana Rosa:
*.Ketika Mas Gagah Pergi (Edisi Kedua)
*.Ketika Mas Gagah Pergi… dan Kembali
*.Bukan di Negeri Dongeng
*.Akira: Muslim Watashi Wa
*.Hingga Batu Bicara
*.Manusia-Manusia Langit
*.Hari-Hari Cinta Tiara
*.Titian Pelangi
*.Risalah Cinta
*.Lelaki Kabut dan Boneka (Dolls and The man of Mist)
*.Bukavu
*.Pelangi Nurani
*.Luka Telah Menyapa Cinta
*.Menulis Bisa Bikin Kaya
*.Catatan Pernikahan
*.One Gigabyte of Love
.Ketika Cinta Menemukanmu
.Merajut Cahaya: Kumpulan Cerpen Terbaik Annida
*.Kisah Seru Aktivis FLP (Matahari Tak Pernah Sendiri I)
*.Lelaki Semesta
*.Kembara Kasih (Novel Interaktif)
*.Sembilan Mata Hati
*.Kado Pernikahan: Kumpulan Cerpen Kehidupan Rumah Tangga
*.Nyanyian Perjalanan
*.Segenggam Gumam
*.Di Sini Ada Cinta! (Matahari Tak Pernah Sendiri: Buku 2)
*.Tanah Perempuan
*.Pangeranku
*.Episode Cinta Sang Murabbi
*.Mata Ketiga Cinta
*.Berguru Kepada Sastrawan Dunia: Buku Wajib Menulis Fiksi
*.Jilbab Pertamaku
*.Sajadah Kata
*.Dunia Perempuan (Antologi Cerita Pendek Wanita Cerpenis Indonesia
*.Lentera Kehidupan
*.Wanita yang Mengalahkan Setan
*.Perempuan Bermata Lembut
*.Sebab Sastra yang Merenggutku dari Pasrah
*.Leksikon Sastra Jakarta: Sastrawan Jakarta dan Sekitarnya
*.Ketika Duka Tersenyum
*.Dari Pemburu ke Terapeutik (Antologi Cerpen Mastera)
*.Ketika Aa Menikah Lagi
*.Kembang Mayang (28 Cerita Pendek Perempuan Cerpenis Indonesia)
*.Antologi Puisi Perempuan Penyair Indonesia
*.Spasiba Brat Komarovich
*.Ini Nih Yang Cewek Mesti Tahu!
*.Hong Kong, Namaku Peri Cinta
*.123 Puisi Perempuan Indonesia
*.Mataharu (Kitab Sastra Mahasiswa)
*.Kota yang Bernama dan Tak Bernama: Antologi Cerpen Temu Sastra Jakarta 2003
*.Sastra Kota: Bunga Rampai Esai Temu Sastra Jakarta 2003
*.Saya dan Mbak Ratna
*.100 Kisah Luar Biasa Dari Orang-Orang Biasa
*.Guru Cinta: Kumpulan Kisah Inspiratif
*.Bisikan Kata Teriakan Kota